Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Pemilu Bersih itu awalnya berkumpul di kantor DPD Partai Golkar Jawa Tengah sejak usai salat Jumat. Kemudian sekitar pukul 14.45 WIB mulai berjalan menuju kantor KPU Jateng di Jalan Veteran yang berjarak sekitar 300 meter.
Mereka berorasi dan melakukan aksi teatrikal. Setelah itu dengan komando dari koordinator, massa berbaris dan berjalan menuju gerbang yang dijaga ketat petugas kepolisian. Adu dorong pun tidak terhindarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses Pilpres 2014 banyak kecurangan, MK diharapkan bisa adil. Kami belum terima hasil pilpres kemarin," kata koordinator aksi, Asharudin di Jalan Veteran Semarang, Jumat (8/8/2014).
"Kami ingin mendirikan tenda keadilan. Sampai tanggal 21 Agustus nanti," imbuhnya.
Ratusan petugs Polrestabes Semarang terlihat bersiaga dalam menjaga aksi tersebut. Bahkan salah satu satgas dari ormas yang mengenakan seragam loreng oranye dipisahkan oleh polisi dari rombongannya karena membawa sangkur.
Setelah beberapa lama, massa diperbolehkan masuk ke halaman kantor KPU Jateng. Beberapa orang terlihat buru-buru membawa bambu yang akan digunakan untuk tenda. Namun massa dilarang mendirikan tenda karena hanya mengajukan izin unjuk rasa sampai pukul 17.00. Massa pun membubarkan diri dan meninggalkan kantor KPU Jateng.
"Aksi akan dilakukan sampai keputusan final MK tanggal 21 Agustus. Kami juga akan kirimkan teman-teman ke Jakarta untuk ramaikan aksi di sana. Ini ekspresi kekecewaan pilpres 2014 banya kecurangan," tandas Sriyanto Saputro selaku koordinator lapangan sekaligus Wakil ketua DPD Gerindra Jateng.
(alg/try)











































