Peristiwa terbakarnya Bus Sari Indah bernopol L 7903 UD itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Salah satu sopir bus, Pitut Sukiranto (44) mengatakan awalnya ia tertidur di dalam bus dan dibangunkan sopir bernama Firmanto (31) untuk menggantikannya setelah bus menepi di depan pintu tol Tembalang.
"Saya dibangunkan buat gantian. Waktu bangun lihat asap dari bawah setir," kata Pitut di lokasi kejadian, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aki belum sempat dilepas, asapnya sudah tambah banyak," ujarnya.
Percikan api timbul dan dengan menyambar seluruh bagian bus. Motor Kawasaki Ninja berwarna putih yang berada di dalam bus pun tidak luput dari lahapan si jago merah.
"Sempat ada suara ledakan waktu kebakar," tandas Pitut.
Pemilik motor, Agus Triono (22) pun hanya bisa pasrah. Rencananya berkeliling di kampungnya di Sambirejo, Sragen, dengan motor kebangaannya gagal. Saat kejadian, ia panik dan tidak sempat membawa motornya turun.
"Saya sedang tidur, dibangunkan langsung keluar," ujar Agus.
Tidak berapa lama, dua mobil petugas pemadam kebakaran datang. Sedangkan petugas kepolisian dan Jasa Marga mengamankan situasi.
"Tidak lama, sudah bisa langsung padam. Tadi sempat besar," kata salah satu petugas pemadam kebakaran.
Pitut menambahkan, sebelumnya bus yang berangkat dari Jakarta itu sempat mengalami macet di jembatan Comal selama empat jam. Karena mesin panas, sopir mematikan pendingin dan melanjutkan perjalanan hingga akhirnya terbakar di tol Tembalang.
Akibat peritiwa tersebut jalur tol Tembalang dari arah Jatingaleh mengalami kemacetan sekitar 1 kilometer dari pintu tol. Saat ini, bangkai busa sudah diderek dari lokasi kejadian agar tidak mengganggu kendaraan lain.
(alg/try)










































