Dengan membawa kotak suara yang digotong oleh dua orang, massa awalnya melakukan orasi di Jalan Pahlawan Semarang. Mereka melakukan longmarch hingga kantor KPU Jateng yang berjarak sekitar 800 meter.
Bertepatan dengan sidang perdana sengketa pilpres di MK, massa di Semarang ini menyatakan sikap menolak kecurangan dan indikasi keterlibatan pihak asing atas pelaksanaan Pilpres 2014. Mereka juga menyebutkan indikasi-indikasi kecurangan dalam proses pilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendukung sepenuhnya langkah tim Prabowo-Hatta menggugat ke MK, mengadukan KPU ke Bawaslu, DKPP, dan Mabes Polri adanya wacana pembentukan Pansus Pilpres karena Pilpres 2014 benar-benar brutal," kata Johan di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (6/8/2014).
Wakil Ketua DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menambahkan aksi dukungan akan terus dilakukan sampai hasil keputusan MK keluar. Ia berharap MK memberikan hasil tanpa adanya intervensi.
"Kita bergerak dan berjuang sampai 21 Agustus agar MK memberikan hasil yang seadil-adilnya tanpa intervensi," tandas Sriyanto.
Aksi yang dilakukan di depan kantor KPU tersebut membuat arus lalu lintas di sana ditutup. Pengguna jalan harus memutar melewati Jalan Menteri Supeno atau Jalan Pandanaran. Penjagaan ketat dilakukan oleh petugas kepolisian sedangkan pegawai KPU terlihat menonton aksi dari halaman kantornya.
Longmarch yang dilakukan hingga Jalan Veteran itu dilanjutkan dengan aksi teatrikal. Dalam aksi tersebut digambarkan Prabowo-Hatta tidak terima dengan hasil KPU dan menggugat ke MK. Kemudian kotak suara dibakar oleh Prabowo-Hatta diikuti massa lainnya.
(alg/try)











































