Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai di Semarang

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai di Semarang

- detikNews
Selasa, 05 Agu 2014 20:38 WIB
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai di Semarang
Semarang - Warga Perum Puri Asri Perdana, Kecamatan Banyumanik Semarang digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di kali Lutung. Mayat tersebut mengapung dan sudah menimbulkan bau busuk.

Tubuh pria yang diperkirakan berusia 50 tahunan itu pertama ditemukan oleh Slamet Wahyono (42) saat mencari biawak di sungai. Slamet mengatakan sekitar pukul 14.00 ia menuruni tebing yang cukup curam untuk mencari biawak di sungai, kemudian ia melihat kain mengapung berwana biru tua dari kejauhan.

"Saya lagi cari biawak, lihat kain mengapung. Saya dekati ternyata mayat, posisinya tengkurap. Baunya sudah busuk," kata Slamet di lokasi kejadian, Selasa (5/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun segera berlari ke rumah warga dan mengabarkan ada mayat di dasar sungai. Kabar itu kemudian diteruskan ke Polsek Banyumanik. Warga yang mengetahui penemuan itu berbondong-bondong datang ke lokasi.

Sekitar 30 menit kemudian petugas Polsek Banyumanik, tim inafis Polrestabes Semarang, dan tim dari BPBD tiba untuk melakukan evakuasi. Petugas sempat kesulitan mengevakuasi korban karen medan yang curam dan posisi mayat tersangkut.

"Kondisi sudah membusuk dan sulit dimasukkan kantong mayat," kata seorang petugas polisi.

Mayat pria tersebut berciri rambut dan kumis yang sudah memutih, mengenakan kaos biru tua dan celana pendek bercorak batik. Beberapa luka ditemukan di tangan dan kepala mayat itu. Dari kondisinya, diperkirakan pria tersebut sudah mengapung dua atau tiga hari.

Butuh sekitar dua jam untuk mengevakuasi korban yang menyangkut di sungai itu. Mayat yang bisa dikeluarkan dari air itu kemudian dimasukkan kantong mayat dengan susah payah lalu diangkat menggunakan bambu menuju ke atas jurang.

Petugas langsung membawa mayat laki-laki itu ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk proses otopsi dan visum agar bisa mengetahui pasti penyebab kematian korban.



(alg/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads