Dari pantauan detikcom, Jumat (25/7/2014), suasana terminal sangat sepi. Hanya ada beberapa penjaga tiket dan penjual minuman. Sesekali bus antar kota melintas tanpa berhenti.
Manajer Pengelola Terminal Mangkang, Rumadi, mengatakan dampak dari rusaknya jembatan Comal sangat terasa terutama dari jumlah bus besar yang singgah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumadi menambahkan, saat memasuki arus mudik tahun 2013 lalu, bus yang masuk bisa sampai 100 unit perhari, tapi tahun ini turun drastis bahkan sejak tanggal 21 Juli hingga 24 Juli kemarin rata-rata hanya empat bus.
"Sampai siang ini ada kenaikan sekitar 15 bus. Ya baru mulai hari ini dan diperkirakan puncaknya besok Minggu (27/7)," tandas Rumadi.
Meski tidak banyak bus yang masuk, lanjut Rumadi, terminal Mangkang justru didatangi mobil-mobil pribadi dan motor pemudik yang kelelahan. Mereka yang mampir beristirahat di posko yang sudah disiapkan.
"Tadi malam banyak pemudik motor yang beristirahat di sini. Ada juga orang tua yang kelelahan dan menginap, kami menyiakan tim kesehatan," ujarnya.
Menurut data Polda Jateng, hari ini atau H-3 merupakan puncak arus mudik hingga H+1 Sedangkan arus balik puncaknya akan berada di H+5 dan H+6. Estimasi jumlah pemudik yang datang ke Jateng yaitu 7,89 juta orang atau naik 6,11% dari tahun 2013 yang mencapai 7,43 juta orang.
Dari pantauan detikcom di perbatasan Semarang-Kendal, volume kendaraan banyak datang dari arah barat atau Jakarta. Mayoritas mobil atau motor yang melintas itu berpelat B. Tidak terlihat ada kemacetan di pantura Semarang dari perbatasan Kendal. Hanya saja kondisi ramai lancar terjadi di Jalan Walisongo sebelum kampus IAIN.
(alg/try)










































