Suplai BBM di Jateng dan DIY Meningkat Pasca Amblesnya Jembatan Comal

Mudik 2014

Suplai BBM di Jateng dan DIY Meningkat Pasca Amblesnya Jembatan Comal

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2014 06:19 WIB
Semarang - Kepadatan jalur tengah dan selatan Jawa Tengah yang padat sejak amblesnya jembatan Comal membuat konsumsi BBM di sana meningkat. Menanggapi hal itu, PT Pertamina Regional IV Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan langkah antisipasi agar pengguna kendaran bermotor tidak kesulitan mencari bahan bakar.

General Manager Marketing Operation PT Pertamina Regional IV Jateng DIY, Subagjo Hari Moeljanto mengatakan ada lonjakan pemakaian BBM di Jalur tengah dan selatan sekitar 50 % semenjak jembatan Comal ambles. Peningkatan tertinggi terjadi pada BBM jenis solar.

"Beberapa titik kita tambah suplainya. Di sana (jalur Selatan dan Tengah) jumlah SPBU tidak sebanyak di Pantura," kata Subagjo kepada detikcom saat ditemui di SPBU Coco Ahmad Yani Semarang, Kamis (24/7/2014) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Titik yang penyaluran BBM-nya meningkat di antaranya Banyumas dan Kebumen. Normal penyaluran rata-rata harian premium 573 Kl menjadi 770 Kl, sedangkan Solar dari 260 Kl menjadi 419 Kl. PT Pertamina juga bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan pengawalan agar penyaluran BBM tidak tersendat kemacetan.

"Kita punya pengalaman luar biasa saat banjir di Kudus. Jadi dengan pengawalan polisi, waktu tempuh yang tadinya 4 jam bisa menjadi 2 jam," tandasnya.

Selain itu, PT Pertamina juga mempersiapkan 20 SPBU kantong yang tersebar di sepanjang jalur mudik. SPBU kantong tersebut adalah mobil tangki beserta isinya yang standby di titik rawan macet untuk memenuhi kebutuhan SPBU jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan.

Untuk memantau ketersediaan bahan bakar di seluruh SPBU di Jateng dan DIY, PT Pertamina juga menyiapkan Posko Satuan Tugas dan program Fuel Sales Distribution Management System (FSDMS). Program tersebut memungkinkan seluruh SPBU melaporkan situasi terkini tentang ketersediaan bahan bakar ke kantor PT Pertamina Regional IV di Semarang.

Dengan FSDMS itu, operator bisa mengetahui jika SPBU butuh pasokan karena indikator SPBU akan berwarna merah pada peta yang tampil di monitor yang berada di ruang operator.

Selain antisipasi lonjakan kebutuhan BBM, Subagjo juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak kaget jika menemukan SPBU yang tidak menjual solar subsidi. "Masyarakat agar tahu jangan sampai mengira solar subsidinya habis terus, karena memang ada yang didesai seperti itu (hanya menjual solar non subsidi)," himbaunya.

Diketahui, sejak hari Kamis (24/7) kemarin, jembatan Comal sisi utara atau dari arah barat sudah bisa dilalui oleh kendaraan pribadi. Sedangkan bus tetap harus dialihkan melewati jalur tengah dan selatan begitu juga dengan kendaraan pribadi dari arah timur.

(alg/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads