Kecelakaan maut tersebut terjadi antara bus 'Sugeng Rahayu' dengan sebuah truk di Desa Lemahbang, Sambungmacan, Sragen, Jumat (9/5/2014) siang. Salah satu penumpang bus, Siti Nuraini, mengatakan sebelum kejadian bus dari arah Surabaya menuju Yogyakarta itu memang melaju kencang karena terlibat kejar-kejaran dengan bus lain. Sejumlah penumpang sudah mengingatkan sopir agar mengurangi kecepatan, namun tidak digubris oleh Nur Wahid, sopir bus.
Kekhawatiran penumpang benar-benar menemui kenyataan. Sesampai di jalan menikung di Desa Lemahbang, Sambungmacan, bus mengalami nahas saat akan mendahului sebuah truk di depannya. Ketika sedang mendahului itu, sebuah truk melaju dari arah berlawanan. Sopir bus tidak lagi mampu mengendalikan laju bus dan tabrakan tak bisa dihindari lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian itu, dua orang tewas seketika. Keduanya adalah kernet bus, Sugiartono dan seorang penumpang balita berusia 3 tahun bernama Wildan. Keduanya mengalami luka di bagian kepala. Sebelas orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat. Sebelas di antaranya mengalami patah tulang dan trauma kepala.
"Ada 13 orang yang dikirim ke rumah sakit kami. Dua orang dinyatakan meninggal, sebelas orang mengalami luka. Termasuk yang luka parah adalah sopir bus dan sopir truk," ujar Kabid Pelayanan RSUD Sragen, Finuril, saat dihubungi.
Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Nur Prasetyantoro W. Utomo, saat dihubungi membenarkan telah terjadi kecelakaan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan maut tersebut.
(mbr/try)











































