Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.40 WIB. Truk bernomor polisi BG 8762 B yang dikemudikan Supri melintas dengan muatan batu besar dan tanah yang sudah melebihi tinggi bak truk. Tiba-tiba truk tersebut miring dan terguling ke arah kiri karena roda bagian kiri belakang lepas dan asnya patah.
"Jalannya bergelombang tahu-tahu jatuh," kata Supri di lokasi kejadian, Rabu (7/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketimpa separuh badannya, langsung ditolong warga dibawa ke puskesmas. Saya juga tertimpa muatan, motor saya kena batu," ujarnya.
Petugas kepolisian lalu lintas yang datang langsung memeriksa saksi-saksi dan mengevakuasi motor. Akibat truk yang terguling itu, lalu lintas menjadi padat karena jalan yang tidak terlalu lebar.
Salah satu warga setempat, Soleh menyayangkan peristiwa tersebut karena memang di jalan yang menghubungkan daerah Pedurungan dan pantura Genuk itu sering dilewati truk dengan muatan tanah dan batu yang berlebih. Selain itu tidak ada jembatan timbang yang mengatur truk-truk tersebut, sehingga selain berbahaya, juga menyebabkan jalan rusak.
"Sejak pagi sudah banyak truk-truk kelebihan muatan melintas. Yang mengangkut tanah dan batu, paling atasnya hanya ditutup terpal. Itu berbahaya," ujarnya.
Dari pantauan detikcom, dalam 10 menit lebih dari 20 truk melintas dengan muatan tanah dan batu yang tinggi muatannya lebih dari tinggi bak dan hanya ditutupi terpal. Warga berharap pemerintah menegakkan peraturan tentang operasional truk-truk itu.
(alg/try)











































