Hal itu diungkapkan oleh salah satu penumpang, Totok. Kereta yang seharusnya berangkat pukul 20.45 hari Kamis (23/1/2014) kemarin baru berangkat pukul 02.00 dini hari tadi.
"Terlantar sekitar enam jam. Dari PT. KAI tidak dikasih apa-apa," kata Totok kepada detikcom, Jumat (24/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang ke Bandung puluhan, kalau ditambah yang ke Jakarta bisa ratusan orang," tandasnya.
Hal tersebut diakui oleh Humas PT KAI, Eko Budiyanto. Namun menurut Eko pihaknya sudah memberikan pertanggungjawaban kepada penumpang dengan memberi snack dan minum.
"Memang betul terlambatnya 6 jam. Setiap ada keterlambatan tiga jam kami ada snack dan minum," kata Eko.
Penyebab keterlambatan adalah rel yang terendam di antara Stasiun Alastua dan Stasiun Tawang. Ketinggian air saat ini mencapai 12 cm dari atas rel, padahal batas amannya hanya 10 cm.
"Jadi kereta harus berjalan pelan 5 km/jam. Jaraknya hanya 7 km, tapi waktu tempuhnya jadi 50 menitan," tandas Eko.
Sejak kemarin, kereta yang berhenti di Stasiun Tawang diberlakukan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Poncol, sehingga penumpang dialihkan ke Stasiun Poncol. Hal itu dilakukan karena Stasiun Tawang masih tergenang air.
"Kereta lainnya rata-rata terlambat 1 sampai 2 jam," tegas Eko.
"Kami mohon maaf, ini karena faktor alam," imbuhnya.
(alg/trw)











































