Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) hujan abu tipis merupakan aktivitas normal Gunung Merapi dan tidak menandakan adanya peningkatan aktivitas. Status Merapi juga "Normal'.
Embusan asap terpantau di beberapa pos pengamatan Merapi seperti di Pos Jrakah, Boyolali. Kepulan asap dari puncak membubung tinggi sekitar 500-an meter pada pukul 08.10 WIB. Akibatnya, terjadi hujan abu tipis di wilayah Sidorejo dan Deles Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten dan Boyolali di bagian utara dan timur laut.
BPPTKG mengimbau dan mengingatkan masyarakat di wilayah lereng timur dan utara Merapi untuk waspada hujan abu tipis. Warga diminta menggunakan masker atau kacamata bila berkativitas di luar.
Menurut Kepala BPPTKG, Subandriyo, semburan asap yang terjadi pagi ini hampir sama dengan peristiwa pada bulan November lalu. Namun skalanya lebih lebih kecil.
"Ya, akibatnya terjadi hujan abu di sekitar puncak dan lereng Merapi. Status normal," kata Subandriyo.
Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi sehari sebelumnya di kawasan puncak sehingga memicu gas ke atas.
(/)











































