Sempat terjadi dialog antara buruh dan Ganjar. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah Dono Raharjo menanyakan perkembangan proses penetapan UMK. Ganjar pun menjawab dengan enteng.
"Kemarin sudah sepakat to ketemu saya? Menyerahkan ke saya?" kata Ganjar kepada Dono di hotel Patrajasa Semarang, Senin (18/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di bawah KHL itu sudah tidak fair. Kami akan mogok daerah alias modar," tegas Dono.
Ia menambahkan langkah Ganjar mempertemukan buruh, pengusaha, dan dewan pengupahan di Wisma Perdamaian beberapa hari lalu menurutnya merupakan perangkap. Ia menganggap pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
"Mengumpulkan pekerja, Apindo di Wisma Perdamaian, itu perangkap. Ya memang pintu terakhir ada pada Gubernur. Tapi sekarang yang di bawah KHL masih tetap," tandas Dono.
"Di Wisma Perdamaian, formulasi upah dari buruh dan pengusaha masih berbeda. Jika 16,6 persen kenaikannya, itu masih jauh dari harapan kami (buruh). Perhitungan kami, di Semarang seharusnya UMK Rp 1,7 juta," imbuhnya.
Pengurus KSPI Jateng Muhron menambahkan sekitar 5.000 buruh dari berbagai aliansi akan melakukan aksi modar dan turun ke jalan mulai hari Selasa (19/11) besok dan hari Rabu (20/11).
"Kami kecewa ternyata UMK sudah diputuskan. Kalau Rp 1,4 juta masih jauh dari harapan. Jawa Timur sudah Rp 2 juta semua," sambung Muhron.
(alg/trw)










































