Perahu Nelayan Terbalik di Semarang, 2 Orang Tewas

Perahu Nelayan Terbalik di Semarang, 2 Orang Tewas

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 18 Nov 2013 17:56 WIB
Perahu Nelayan Terbalik di Semarang, 2 Orang Tewas
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Dua pemancing dan satu nelayan tenggelam di Pemancingan Rumpon, tidak jauh dari Pantai Marina Semarang. Korban tenggelam saat perahu terbalik. Satu orang selamat dan dua lainnya tewas.

Salah satu korban selamat, Doni Sembodo Jati (33) mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu ia dan rekannya, Pras akan pulang dari memancing dan minta dijemput oleh perahu nelayan yang mengantarnya ke Rumpon di tengah tambak pagi tadi.

"Dipanggil-panggil enggak dengar, terus ada kapal pencari tiram lewat. Kami numpang," kata Doni kepada detikcom di lokasi Pemancingan Rumpon, Semarang, Senin (18/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saat Pras (22) akan naik ke perahu milik Mugiyono (33) itu, ia menginjak bagian pinggir perahu hingga akhirnya terbalik. Tiga orang yang berada di perahu otomatis tercebur ke tambak dan memegang erat perahu yang masih mengambang. Namum karena korban panik, perahu kembali terbalik hingga tiga orang tersebut tenggelam.

"Padahal saya sudah bilang jangan panik, tapi sudah terlanjur. Terbalik lagi perahunya. Saya memegang perahu kemudian ada bambu. Yang punya perahu (Mugiyono) cuma kelihatan tangannya, kalau teman saya sudah tidak kelihatan," sambung Doni.

Beruntung Doni diselamatkan oleh nelayan lain yang melintas di lokasi tersebut. Namun dua orang lainnya tidak bisa diselamatkan karena sudah terlanjur tenggelam.

Humas Kantor SAR Semarang Aris Triyono mengatakan pihaknya mengerahkan 20 personel dari Basarnas dan Ubaloka. Proses yang dilakukan adalah penyisiran dan penyelaman. "Ini sudah ditemukan satu jenazah pukul 17.05 WIB. Jenazah atas nama Pras," tandasnya.

Saat ini, tim SAR masih melakukan pencarian karena satu korban lain, Mugiyono masih belum ditemukan. "Pencarian akan dilakukan seefektif mungkin. Kalau tidak memungkinkan akan dilanjutkan besok," tegas Aris.

(alg/trw)


Berita Terkait