'Bom' Kowak Malam di Ganesha Menghilang

'Bom' Kowak Malam di Ganesha Menghilang

- detikNews
Rabu, 03 Sep 2008 15:58 WIB
Bom Kowak Malam di Ganesha Menghilang
Bandung - Jika biasanya kendaraan yang terparkir di sekitar Jalan Ganesha, tak pernah lolos dari cipratan tinja burung Kowak, tapi beberapa pekan terakhir mobil-mobil yang terparkir, terlihat tak diserang lagi oleh 'Bom' burung Kowak malam. Kemanakah burung-burung Kowak tersebut?

Pohon-pohon besar dan rindang sepanjang Jl Ganesa adalah pilihan kawanan kowak malam sebagai tempat tinggal mereka. Tak ayal, sepanjang jalan ini pula kawanan Kowak malam 'mengebom' apapun yang berada di bawahnya, termasuk mobil-mobil yang terparkir. Bahkan, jalanan aspal di kawasan Ganesha pun seringkali terlihat putih akibat banyaknya bom-bom kowak malam.

"Selama bulan kemarau, mereka (Kowak malam-red) migrasi ke daerah Gede Bage atau Majalaya," ujar Koordinator Kelompok Kerja untuk Kowak Malam, Bicons, Ahmad Shofyadi, saat dihubungi detikbandung, Rabu (3/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tempat-tempat yang menjadi pilihannya agak berbeda dengan tempat tinggal kawanan kowak di Jl Ganesa. "Sejauh yang saya tahu, mereka bersarang di rumpun bambu dan kemungkinan lain pada rumpun tanaman air," ujar Ahmad.

Namun itu hanya sementara, karena Kowak Malam akan kembali dari tempat pengungsiannya ketika memasuki musim penghujan. "Musim hujan atau bulan-bulan basah, mereka kembali lagi ke Jalan Ganesa," ungkap Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad menuturkan bahwa pada musim penghujan atau biasa disebut bulan basah ini, burung-burung kowak melakukan perkawinannya. Selain itu, koordinator kelompok yang mengkhususkan penelitian pada burung kowak ini, menjelaskan bahwa burung kowak termasuk pada kelompok yang adaptis.

"Jadi mereka mampu tinggal dimanapun. Dari mulai pantai sampai dengan dataran tinggi," jelas Ahmad.

Selain itu, kawanan kowak malam ini memiliki peranan dalam sebuah ekosistemnya. Selain memakan belut, ikan, katak dan belut, kowak malam juga menjadi predator tikus.

Ahmad memperkirakan terdapat enam hingga tujuh ratus ekor kowak malam dalam satu ekosistem di Bandung. "Yang masih ada biasanya induk yang mempunyai anak, individu remaja yang sudah bisa terbang jauh, dan individu yang masih dalam kondisi kawin," jelas Ahmad. (ahy/ern)


Berita Terkait