Maka variasi makanan sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan tersebut. Kepala Sub Instalasi Pelayanan Gizi Rawat Inap RSHS Yufrida Leni Fayakun menyatakan semakin bervariasi makanan semakin bagus.
"Dalam satu kali makan semua unsurnya mencukupi kebutuhan," tutur Leni kepada detikbandung, Kamis (3/9/2008).
Misalnya nasi bisa digantikan dengan bihun, mie, roti, singkong atau ubi. Untuk lemak hewani seperti telur bisa digantikan dengan daging, daging ayam, ikan atau lidah sapi. Untuk lemak nabati selain tahu atau tempe bisa digantikan dengan oncom, kacang hijau atau kacang merah.
Dalam mengkonsumsi vitamin bisa fleksibel. Kalau setiap komponen sudah dicukupi oleh variasi makanan setiap hari maka tidak perlu lagi mengkonsumsi vitamin.
Suplemen vitamin dikonsumsi ketika aktivitas terlalu sibuk dan kebutuhan makanan tidak tercukupi. "Maka suplemen vitamin akan menggantikan kebutuhan makanan tersebut," jelasnya.
Kalaupun nantinya berlebihan dalam mengkonsumsi vitamin tubuh akan mengeluarkannya kembali. (ema/afz)











































