Puasa Lancar Badan Tetap Bugar

Puasa Lancar Badan Tetap Bugar

- detikNews
Rabu, 03 Sep 2008 08:57 WIB
Puasa Lancar Badan Tetap Bugar
Bandung - Datangnya bulan Ramadhan dengan kewajiban berpuasa selama satu bulan tak berarti badan lemas seharian. Agar aktivitas sehari-hari bisa tetap lancar tentunya harus tetap menjaga keseimbangan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Perbedaan mendasar pola makan antara bulan Ramadhan dan di luar Ramadhan terletak pada perbedaan waktu makan. Dari segi komposisi makanan tidak ada perubahan. Tapi harus dibuat strategi yang tepat kapan waktunya makan dan jenis makanan seperti apa yang harus disiapkan.

Menurut Kepala Sub Instalasi Pelayanan Gizi Rawat Inap RSHS Yufrida Leni Fayakun komposisi makanan harus disesuaikan dengan berat tubuh masing-masing individu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk individu dengan berat badan normal atau ideal misalnya membutuhkan sekitar 25 kalori per kilogramnya. Jadi jika berat badan sebesar 50 kilogram maka kalori yang dibutuhkan dalam satu hari 1500 kalori.

1500 kalori itu dibagi dalam tiga kali makan berat dan dua kali makan ringan atau snack. Dalam satu kali makan berat bisa mengkonsumsi 250-300 kalori.

Dengan komposisi ideal 100 gram nasi yang setara dengan satu centong nasi, lauk hewani 40-35 gram, lemak nabati 100-50 gram yang setara dengan 1 potong tempe sebesar kotak korek api dan 2 potong tahu ukuran sedang, sayur 75-50 gram setara dengan setengah hingga tiga per empat gelas sayur tanpa kuah dan buah 100-50 gram.

Makan pertama dilakukan ketika sahur. Snack pertama dilakukan ketika berbuka puasa. Selepas shalat maghrib kembali makan dengan komposisi kalori yang sama seperti sahur.

"Setelah tarawih bisa kembali makan yang ketiga. Tapi jika enggan makan nasi bisa menggantinya dengan makanan lain tapi dengan komposisi yang sama misalnya mie instant tambah telur atau kornet sebesar 300 kalori," tutur Leni, Kamis (3/9/2008).

Sedangkan untuk memenuhi jatah satu kali snack lagi bisa mengkonsumsi buah-buahan sebesar 200 kalori sebelum tarawih atau sebelum sahur.

Kalaupun ingin ngemil tujuannya harus menggantikan komposisi makanan yang juga mengandung karbohidrat, protein atau lemak.

Namun Leni mengingatkan jangan mengkonsumsi makanan dekat dengan waktu tidur. Minimal tiga jam sebelum tidur acara bersantap makanan sudah selesai. Jika makan mendekati waktu tidur akan membuat lambung bekerja lebih berat karena harus mencerna dalam keadaan tidur.

Leni menambahkan agar selama bulan Ramadhan banyak istirahat. "Dengan istirahat memberikan kesempatan pada organ tubuh untuk istirahat dan perbaikan jaringan," jelas Leni.

Dalam bulan puasa yang ekstra ibadah sebaiknya cukup tidur dan banyak istirahat. Jika memungkinkan luangkan waktu untuk tidur siang. Leni pun menyarankan untuk meminimalkan kegiatan saat bulan Ramadhan. (ema/afz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads