Misalnya Nining Hadi salah seorang pedagang di Jalan Dipatiukur 86 yang mengaku dagangannya selalu habis sejak hari pertama Ramadhan.
Nining biasanya berdagang nasi kuning dan lotek. Di luar Ramadhan dia berjualan dari pagi. Sedangkan di bulan Ramadhan dia berjualan dari pukul 16.00 WIB. Di bulan Ramadhan Nining membuat menu tambahan untuk tajil seperti aneka kolak dan es campur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama diakui Ibu Ade yang mengaku lepas maghrib dagangannya sudah habis.
"Saya biasanya berdagang cilok dan siomay di depan SD Bojong Koneng. Tapi karena sekolah libur saya pun pindah jualan ke Jalan Pahlawan. Di sini saya jualan martabak telur dan es bul-bul," tuturnya.
Ade mengaku jika biasanya dia berjualan di depan SD dari pukul 07.00 WIB, saat Ramadhan dia mulai berjualan dari pukul 12.00-18.00 WIB.
"Alhamdulillah bulan puasa kali ini, dari kemarin dagangan saya habis," ujarnya. (ema/ema)










































