"Saya lebih senang disini (ruang tahanan - red) daripada di sana (rumah majikan - red). Makanannya lebih baik daripada di rumah. Disini rendang dengan nasi hangat, di rumah daging dengan nasi basi," kata Firman saat ditemui di ruang tahanan Mapolresta Bandung Barat, Senin (1/9/2008).
Firman mengaku dirinya puasa. "Alhamdulillah saya sahur pakai rendang dan nasi hangat," ujar Firman sambil tersenyum dan terlihat tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firman mengaku harus mengurus Ronald yang stroke, mulai dari makan hingga kencing korban selama 24 jam. Perlakuan tak baik dia dapat dari istri korban, Magdalena yang seringkali hanya memberikan nasi basi.
Firman membantai pasutri itu Sabtu (30/8/2008) sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB. Dengan sadis, dia memukul kepala para korban dengan kunci inggris. Bahkan Magdalena dia mutilasi. Kepala dan kedua lengan terpisah dari badan. Tak puas, Firman pun merebus kepala Magdalena dalam panci.
(afz/ern)











































