Putri tunggal korban, Retno (21) dikabarkan sering pingsan dan menangis tak jauh dari peti kedua orang tuanya.
"Anaknya sering nangis dan pingsan. Nggak lama sadar pingsan lagi," tutur salah seorang petugas rumah duka Santo Yusuf, Yusuf (51), saat ditemui di A.P.K Santo Yusuf, di Jl surya Kencana no 4, Bandung, Minggu (31/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kabar yang dihimpun, rencananya kedua korban akan dimakamkan di pemakaman di kawasan Leuwi Gajah. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Pelaku pembunuhan dan mutilasi pasutri, Firmansayah Hudaya, mendiami hotel prodeo Polresta Bandung Barat. Mengenai kejiwaan pelaku, penyidik akan meminta bantuan dokter kesehatan Polda Jabar.
(ahy/ern)











































