"Banyak konsumen yang membeli untuk persiapan munggahan. Sekarang harga daging ayam per kilogram Rp 26 ribu. Besok, Jumat (29/8/2008) harganya bisa mencapai Rp 27 ribu per kilogram," ujar salah seorang pedangang daging ayam di Pasar Kosambi, Enjang Sutisna (63) Kamis (28/8/2008).
Enjang yang mengaku biasanya menghabiskan 50 ekor ayam per harinya, untuk persiapan puasa nanti Enjang telah mempersiapkan 100 ekor ayam seharinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamarin, Rabu (27/8/200) saya masih jual Rp 24.500 per kilogram. Sekarang jadi Rp 25 ribu per kilogram. Kenaikan ini sudah terjadi seminggu lalu," ujar salah seorang pedangan daging ayam di Pasar Simpang Dago, Nandang.
Nandang juga menambahkan, selama puasa harga daging ayam yang dijualnya ada kemungkinan turun. Namun itu semua tergantung dari distributor yang memasok daging ayam kepadanya.
"Ada kemungkinan turun. Tergantung distributor dan tergantung kiriman," kata Nandang tanpa menjelaskan sebab kemungkinan turunnya harga daging ayam tersebut.
Selain daging ayam, menjelang munggahan dan puasa, beberapa kebutuhan pokok juga terus merangkak naik. Harga minyak curah menjadi Rp 9 ribu per liternya. Sedangkan telur menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
"Mendekati puasa semua kebutuhan pokok naik harganya. Tiap hari naik Rp 500. Semuanya tergantung permintaan dan stok barang. Kalau stok barang banyak dan permintaan sedikit, otomatis harganya tidak akan naik. Tapi kalau sebaliknya harganya bisa naik," terang salah seorang pedagang sembako di Pasar Simpang Dago, Sri Puji Astuti.
Selain sembako, menurut Sri, harga kacang-kacangan biasanya ikut merangkak naik menjelang bulan puasa. "Biasanya kacang-kacangan juga ikut naik. Sekarang saja harganya mencapai Rp 10 ribu. Padahal normalnya Rp 8.500," pungkas Sri. (afz/ern)











































