Sebagai komunitas orang-orang berpendidikan, ITB diharapkan berada di depan dalam membela kepentingan masyarakat. Namun, rencana ITB bekerjasama dengan PT Esa Gemilang Indah (Istana Group) dalam membangun tempat parkir tiga lantai di kawasan Sarana Olahraga Ganesha (Sorga), menunjukkan "pembangkangan" ITB terhadap fungsinya.
"Pas mendengar di baksil akan ada parkir tiga lantai, berarti sudah diketahui ITB. Artinya ini sebuah keteledoran, pembangkangan intelektual," ujar Gustaff H Iskandar, Direktur Common Room yang aktif mewadahi kegiatan lintas komunitas di Bandung, saat bincang-bincang dengan detikbandung, Rabu (27/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya kampus memberi contoh, salah satunya seperti menggunakan sepeda atau transpioratasi publik, bukan dengan membangun parkir tiga lantai. Berapa banyak nanti pertumbuhan kendaraan? Sementara jalannya jalan umum, bukan jalan ITB. Harusnya ITB sebagai institusi publik peka terhadap isu-isu publik," tandasnya.
(lom/lom)










































