"Kami menuntut untuk bertemu wali kota terpilih dan juga investor. Karena selama ini kita tidak tahu blue print pengembang seperti apa?" tegas Ketua Sanggar Olah Seni, Syarief Hidayat, saat ditemui detikbandung, di Babakan Siliwangi, Rabu (27/8/2008).
Para seniman, tambah Syarief, selama ini tak pernah diajak duduk bersama. Ketika ditanya mengenai rencana relokasi ke Taman Sari, dia menilai tak efektif. "Saya pikir tidak menunjang sama sekali. Konteksnya di sana cuma sebagai outlet dan tidak ada pengembangan lainnya," ujar Syarief.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan detikbandung, 20 lapak berukuran 3x3 meter telah berdiri di Tamansari, yang saat ini dijadikan lahan parkir Kebun Binatang. Lantainya dilapisi paving block. Menurut pegawai bangunan yang tengah membuat lapak, Ade (36), 10 lapak dialokasikan untuk pedagang umum dan 10 lagi untuk seniman baksil yang akan direlokasi.
Selain itu, sebuah penanda jalan sudah terpancang di pagar pembatas area. Tidak begitu besar, kira-kira ukuran 90x50 cm. Bertuliskan Pasar Seni Tamansari lengkap dengan panah yang menunjuk ke dalam area.
"Kalau mau jelas, besok saja datang jam 12 siang, kang. Nanti ada peresmian pasar seni kok," pinta Ade sambil memaku nomor-nomor lapak di atas rolling door. (ahy/ern)










































