Hal tersebut dikatakan oleh wakil ketua komisi B Mohammad Iqbal saat dihubungi detikbandung, Senin (25/8/2008).
"Laporan dari Sekertariat Dewan (sekwan), perihal keberangkatan ke Australia, secara administrasi belum tuntas. Sementara rencananya kita berangkat hari Rabu (27/8/2008). Karenanya saya secara pribadi mengusulkan kepada ketua Dewan (Husni Muttaqien - red) untuk mencabut surat tugas. Artinya untuk membatalkan rencana kunjungan ke Australia," jelas Iqbal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal juga menambahkan selain alasan administrasi yang belum tuntas, anggota dewan yang akan berangkat ke Australia ternyata bukan dari komisi B yang membidangi pariwisata dan investasi perdagangan.
"Padahal kita ke Australia diundang oleh dinas pariwisata Kota Bandung kaitanya dengan pariwisata di Kota Bandung. Tapi ini dari komisi yang tidak ada kaitannya juga ikut. Komisi A kan urusan pemerintahan sedangkan D itu kesejahteraan dan pendidikan," kata Iqbal menerangkan.
Saat ditanya jika ternyata ketua dewan tidak mengabulkan permohonan pembatalan keberangkatan ke Australia, Iqbal mengaku akan tetap berangkat.
"Saya menjalankan etika politik saya. Saat saya ditunjuk oleh ketua untuk pergi ke Australia saya tetap berangkat. Ini bentuk pertanggungjawaban saya secara organisasi sebagai anggota dewan," kata Iqbal.
Sebelumnya Endrizal Nazar membatalkan rencana kepergian mereka ke Australia karena banyak yang ingin ikut karenanya dia mengalah. Sedangkan Riantono membatalkan karena tidak merasa berencana ke Australia. (afz/ern)











































