Kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah 4 orang itu membobol rumah Wayan sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (22/8/2008). Saat itu diketahui rumah Wayan dalam keadaan kosong.
Menurut kesaksian adik Wayan, bernama Yanhar (50) yang saat itu sedang berkunjung ke rumah Wayan, perampok berjumlah 4 orang mengenakan 2 motor. Para perampok itu masuk lewat garasi dan berhasil membobol kamar tidur utama di lantai dasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya Yanhar tidak menaruh curiga, namun saat dirinya bertanya, jawaban para perampok itu mencurigakan.
"Saat saya tanya keberadaan keponakan saya yang laki-laki mereka menjawabnya lagi pergi ke pasar. Saya langsung curiga dan mundur menjauh dari rumah tersebut. Tiba-tiba satu orang lagi keluar dari dalam rumah dan semuanya langsung pergi menggunakan motor," jelas Yanhar.
Dalam perampokan tersebut, perampok tersebut berhasil menggondol sepasang giwang emas seberat 3 gram. "Barang yang hilang hanya sepasang giwang emas seberat 3 gram. Perhiasan tersebut berada di dalam lemari di dalam kamar tidur utama," ungkap Wayan.
Kejadian ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. Di tahun 2000, rumah Wayan pernah dibobol maling dan saat itu alroji dan televisi berhasil digasak maling.
"Dulu tahun 2000, alroji dan televisi hilang. Di tahun 2006 juga pernah namun gagal," pungkas Wayan. (afz/ern)











































