Demikian dikatakan oleh budayawan yang dulu gencar menolak pembangunan di Baksil, Hawe Setiawan saat dihubungi detikbandung, Kamis (21/8/2008).
"Harus jelas dulu mengenai rencana pembangunan di Baksil. Mau dibangun rumah makan, mal, apartemen atau apa. Harus dijelaskan terlebih dahulu sehingga tidak muncul kekhawatiran kolektif di masyarakat," ujar Hawe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya dulu rumah makan di situ (Baksil - red) tidak laku sehingga tutup. Jadi dari segi bisnis tidak menguntungkan. IMB yang keluar untuk rumah makan merupakan kebijakan yang mengundang kekhawatiran," kata Hawe.
Kontroversi pembangunan ruang di Baksil sudah terjadi sejak 2001 lalu. PT Esa Gemilang Indah (Istana Grup) dalam merencanakan akan membangun komplek cottage yang di dalamnya berupa rumah makan dan pusat kesenian, juga akan dibangun hunian untuk mahasiswa dan dosen yang bernama Graha Priangan. Bangunan ini berupa kondominium (apartemen) berlantai 24.
(afz/afz)











































