"Saya sangat ingin bertemu dengan pelaku. Kita lihat saja nanti kalau saya ketemu dengannya. Pada intinya kita sangat terpukul," kata kakak almarhum Dini, Budi Hudaya (33) saat dihubungi detikbandung, Kamis (21/8/2008).
Walaupun mengaku sudah bisa menerima kenyataan atas meninggalnya Dini, namun keluarga almarhum Dini sampai saat ini masih terpukul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menambahkan bahwa perasaan kesal terhadap pelaku masih ada. Namun dirinya menyerahkan semuanya kepada petugas kepolisian.
"Perasaan kesal ada namun keluarga sudah pasrah menerima. Selama ini pelaku sudah dianggap bagian dari keluarga. Kita tidak menyangka kalau pelaku berbuat keji kepada Dini. Kita serahkan semuanya ke petugas. Namun kita akan pantau terus sampai proses peradilan memutuskan hukuman," kata Budi.
Dini yang berprofesi sebagai guru honorer sebuah SD negeri di Kota Bandung, ditemukan dalam keadaan tewas di kamar rumahnya di Jalan Babakan Sari, Gang H Rasid No 16, RT 08/11, Kelurahan Babakan Sari, Jumat (15/8/2008) siang.
Saat ditemukan oleh ayahnya, Enjang (58), tubuh Rieke dipenuhi luka tusuk di perut dan bagian leher. Wajahnya lebam, sementara celana yang dikenakannya melorot hingga lutut. (afz/afz)











































