"PT Esa Gemilang Indah milik Istana Grup yang akan membangun rumah makan di Baksil dulu juga melakukan cara yang serupa. Awalnya mereka membangun Mc Donald di Dago, namun belakangan dibangun apartemen dengan alasan pengembangan. Begitu pula saat membangun Istana Plaza (IP). Awalnya membangun McD, tapi akhirnya jadi mal," kata planolog alumni ITB dan pemerhati masalah Kota Bandung Hetifah Sjaifudian saat dihubungi detikbandung, Kamis (21/8/2008).
Hetifah juga menambahkan bahwa rumah makan yang dulu pernah ada di Baksil, jangan dijadikan alasan untuk membangun kembali rumah makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam meluruskan simpang siur masalah pembangunan di Baksil, Hetifah juga mengharapkan adanya diskusi publik terbuka antara pengembang, Pemkot Bandung dan masyarakat.
"Supaya tidak banyak prasangka terhadap pembangunan di Baksil. Pemkot hendaknya akuntabel dengan keputusan yang dibuat. Karena keputusan yang serampangan soal ruang, seringkali sulit dipulihkan dan membawa kerugian yang tidak ternilai," pungkas Hetifah. (afz/ern)










































