Seorang bayi gundul dalam bingkai 150x130 cm itu terus menangis. Air mata tidak tampak berurai di pipinya, hanya ingus yang terus meler dari kedua lubang hidungnya. Mungkin, sang bayi menangis karena lalat hijau yang nemplok di hidung bangirnya.
Lukisan karya Rizky Mora, mahasiswa seni murni STSI tersebut terpampang menyambut tamu-tamu yang memasuki Geleri Kita di Jl LRE Martadinata 209, Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 13 pelukis, masing-masing memamerkan dua karya," ujar Fajar RA Wibisono, mahasiswa STSI dan juga peserta pameran yang diorganisir oleh Hawa Semu ini.
Menurutnya pameran bersama yang diselenggarakan ini adalah yang pertama kalinya digelar. "Kalau sebelumnya sering. Tapi bareng dosen baru sekarang," ujar pelukis berambut panjang ini yang menampilkan karya 'Si Kecil Siap Berperang'.
Dalam pemberian sambutan tertulisnya, Ketua STSI Imelda Tirra menuturkan bahwa selain untuk berkarya, pameran juga sebagai bentuk bukti dalam menunjukan kepada dunia luar eksistensi karya seni civitas akademika. Pameran berlangsung sampai dengan tanggal 31 Agustus mendatang. (ahy/ern)










































