"Beasiswa kepada para bidan ini, agar bidan yang berasal dari kabupaten dan kota tertentu di Jabar, bisa kembali ke tempat asalnya dengan harapan bisa membantu menyelesaikan masalah kesehatan yang ada. Nanti akan dibuat konsep agar perekrutan bidan itu benar-benar berasal dari desa. Setelah menjadi bidan yang handal, ia bisa praktek di desanya," jelas Heryawan di Gedung Pakuan, Kamis (14/8).
Ia menambahkan, keberadaan bidan di setiap desa di Jabar dinilai penting, sebab saat ini lebih dari 400 ribu kelahiran masih ditangani tenaga non medis. "Kondisi memprihatinkan, diharapkan bidan-bidan itu nantinya bisa membantu masyarakat di daerahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana kerja samanya dengan AS, diakui Heryawan, saat ini memang baru membicarakan tataran teknis saja. Sedangkan spesifikasi bantuan apa yang akan diberikan AS, masih belum dibicarakan secara jelas. "Yang terpenting saat ini kesepahaman awalnya sudah ada. Kita tinggal mengajukan proposal bantuannya, dan Dubes AS sudah sanggup menindaklanjutinya," ungkapnya. (bbp/ema)











































