Pertama di Indonesia, Kompetisi Band Berhadiah 100 Ribu Dolar AS

Global Battle Of The Band

Pertama di Indonesia, Kompetisi Band Berhadiah 100 Ribu Dolar AS

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2008 18:00 WIB
Bandung - Untuk pertama kali Indonesia akan menggelar Global Battle Of The Band (GBOB). Bandung dan Denpasar dipercaya sebagai tuan rumah kompetisi band internasional berhadiah 100 ribu dolar AS ini.

GBOB merupakan kompetisi band level internasional, yang mempertemukan kreativitas dan imajinasi dari kultur yang berbeda. Namun satu persyaratan yang membuat perbedaan besar yakni, seluruh band wajib memainkan musik live tanpa ada yang direkam lebih dulu. Salah satu syarat di atas membuat musik elektronik harus berpikir kreatif untuk memunculkan musiknya secara original.

Setelah digelar rutin tiap tahun sejak 2004, pada tahun ini Indonesia mendapat kesempatan untuk mengirimkan wakilnya. Label independen Heaven Records pun ditunjuk sebagai pemegang lisensi GBOB Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan kesempatan bagi band-band Indonesia dari semua kalangan untuk tampil di pentas internasional. Tidak ada batasan usia, tidak masalah apakah dia band indie atau major label," ujar Acting National Director GBOB Indonesia M Panji Prayoga, saat jumpa pers di Ciwalk, Rabu (13/8/2008).

Secara umum ada dua rangkaian acara yang akan digelar di Indonesia, untuk mencari band yang dikirim ke GBOB World Final di London pada Desember 2008. Ada qualifying heats di Bandung dan Denpasar serta final nasional kembali di Bandung pada Oktober.

Untuk Bandung, qualifying heats akan digelar 24-26 Agustus di Score Cafe. "Kita gelar tiga hari karena dari aturannya dalam sehari maksimal 25 band, sementara Bandung sebagai salah satu barometer musik Indonesia dijamin banyak yang berminat. Belum lagi dari luar daerah yang siap main di Bandung," jelas Panji.

Selain tidak dibatasi usia dan jenis musiknya, peserta juga hanya dikenakan biaya pendaftaran Rp 50.000 per personel. Sementara hadiahnya, ada uang tunai di qualifying heats dan final nasional, serta 100 ribu dolar AS dan promo tour keliling dunia bagi juara GBOB World final. Selain itu perwakilan tiap negara ditanggung biaya akomodasinya oleh panita.

Melihat band-band pemenang di penyelenggaraan sebelumnya, GBOB jelas mencari band yang memiliki karakteristik unik. Seperti Boys In A Band yang merupakan juara 2007, adalah band asal negara kecil yakni Kepulauan Faroe.

"Mereka aslinya band hip-hop. Tetapi dengan kreativitas mereka, musik yang ditampilkan sangat orisinil tanpa ada materi yang direkam sebelumnya. Semuanya live. Yang unik juga, juara tiganya adalah band dari Amerika yang personelnya berusia 14-16 tahun. Ini yang membuat GBOB menjadi kompetisi yang sangat orisinil dan terbuka bagi band mana pun," lanjut Panji. (lom/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini