Kolaborasi Militer dan Sipil yang Sukses

Bandung Deathfest 3

Kolaborasi Militer dan Sipil yang Sukses

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2008 10:21 WIB
Kolaborasi Militer dan Sipil yang Sukses
Bandung - Di tengah sorotan negatif sebagian masyarakat, ada kabar segar dari Ujung Berung untuk komunitas musik metal. Kreativitas sipil bisa sukses besar melalui kolaborasi dengan militer.

Setelah tragedi AACC, komunitas musik metal menerima ragam tindakan diskriminatif. Berbagai event yang bahkan sejak tahun lalu direncanakan, batal karena tidak mendapat izin. Jangan ditanya event yang baru direncanakan setelah tragedi AACC.

Namun pada Sabtu, (9/8/2008), komunitas metal Bandung seakan kembali mendapat tempat di rumahnya sendiri. Dengan bekerjasama menggandeng Yonif Zipur 09, digelar Deathfest 3. Hasilnya, luar biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menggelar acara sejak 1993, yang paling enak dengan Yon Zipur. Tidak pakai uang ini itu, tetapi aman. Dari sisi penonton, sekitar 10 ribu orang yang hadir. Dari sisi pengamanan, tidak ada insiden yang berarti. Pihak Yonif Zipur benar-benar menjadi tuan rumah yang sukses," ujar Ketua Panitia Deathfest Man, saat bincang-bincang dengan detikbandung.

Dirinci oleh Man yang juga pentolan band Jasad itu, bahkan untuk parkir penjagaan pihak Yonif Zipur sangat ketat. "Begitu ada pengaduan kehilangan helm, di pintu keluar helm yang tali kancingnya putus, ditahan. Rata-rata pencuri kan harus memotong tali kancing saat mengambil helm," tutur Man.

Di dalam acara pun, para tentara bisa berbaur. Mosing (membentur-benturkan badan) yang selama ini dianggap sebagai salah satu sisi "menyimpang" dari musik metal, oleh para prajurit dibuat semakin meriah. "Mereka bahkan membantu menahan, bukan dibubarkan atau ditarik seperti yang biasanya dilakukan petugas. Dengan berbaurnya mereka, massa juga tahu diri untuk tidak mempermalukan dirinya sendiri," lanjut Man.

Keterbukaan Yonif Zipur dijelaskan Man, sudah terlihat saat panitia sedang membicarakan perencanaan budget kegiatan. "Kegiatan kita tanpa sponsor besar, ada juga PD Beras dan toko-toko lokal lain yang jumlahnya tidak besar. Saat kita membicarakan biaya, pihak Yonif Zipur sangat terbuka. Semuanya diserahkan ke kita. Ini yang membuat teman-teman di komunitas terharu," tutur Man.

Dengan sukses gelaran yang juga masuk kalender event Helarfest 2008 ini, terbersit semangat untuk merancang program yang lebih positif lagi. Di antaranya menggelar gerakan penghijauan oleh komunitas metal dan Yonif Zipur, di samping menyiapkan Deathfest 4 yang mengundang musisi-musisi dari negara lain.

"Bandung sudah punya tempat istimewa di peta musik metal dunia. Album Jasad bahkan dua kali dirilis di Amerika Serikat. Untuk mengundang band-band dari luar negeri bukan hal yang mustahil, karena mereka akan dengan senang hati tampil di Bandung," tandas Man. (lom/lom)


Berita Terkait