AGRA Minta Hentikan Kekerasan Terhadap Petani

AGRA Minta Hentikan Kekerasan Terhadap Petani

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 11 Agu 2008 12:57 WIB
Bandung - Aliansi Gerakan Reform Agraria (AGRA) Jabar-Banten meminta penghentian kekerasan dan kriminalisasi kaum tani di wilayah sengketa agraria di Jabar.

Berdasarkan catatan AGRA Jabar-Banten, selama Januari hingga Agustus 2008 ada 3 kasus konflik agraria di Jabar. Ketiga tempat tersebut adalah Karangsari Kabupaten Garut, Tajur Halang Bogor dan Rumpin Bogor.

Menurut koordinator AGRA Jabar-Banten, Wowon, secara umum konflik agraria di daerah tersebut merupakan konflik agraria antara kaum tani dengan perkebunan baik pemerintah ataupun swasta, Perhutani, pertambangan serta pihak militer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian terakhir, ungkapnya, di Desa Karangsari Kecamatan Pekenjeng Kabupaten Garut. Ada 6 orang petani ditahan di Polres Garut. Sedangkan 10 orang lainnya dalam pengejaran polisi.

"Tuduhan terhadap mereka ini antara lain pengrusakan barang perkebunan yang menjadi sengketa di perkebunan PT Condong. Selain itu juga ada intimidasi terhadap petani dengan pengepungan rumah-rumah penduduk," tutur Wowon saat diskusi di sekertariat Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) Jalan Singaperbangsa No 1, Senin (11/8/2008).

Selain itu, masih menurut Wowon, ketenangan warga terganggu karena aparat membuat camp di daerah sengketa tersebut.

"Aparat mendirikan camp di wilayah sengketa. Hal ini menimbulkan kondisi psikologis warga tergangu karena merasa dalam tekanan," pungkas Wowon.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini