"Saya tahu yang dilakukan Dede Yusuf tidak dibuat-buat. Dia memang terbiasa bergaul dengan rakyat bawah," ujar SB dalam siaran pers yang diterima redaksi detikbandung, Senin (11/8/2008).
Menurutnya dengan program menginap di rumah warga, anggaran negara bisa dihemat karena tidak harus bayar hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program pertama menginap Dede Yusuf dilakukan di Kampung Bantarkawung, Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, pada 7-8 Agustus lalu. Sebuah kampung berbatu kapur dan sulit air yang jaraknya 130 kilometer dari ibu kota kabupaten atau sekitar 390 kilometer dari Bandung.
Saat itu Dede melakukan safari perjalanan ke lima pesantren di Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar. Dia melakukan peresmian tempat praktik usaha santri dan pelatihan kewirausahaan bagi anggota Karang Taruna.
Rumah tempat Dede menginap adalah milik Lilih Muslih, seorang tokoh masyarakat desa tersebut. "Sesuai janji kampanye, saya memang akan nginap di rumah warga secara periodik," jelas Dede.
Selama menginap di rumah warga, Dede banyak menerima keluhan soal listrik masuk desa, jalan yang rusak, lapangan kerja, ekonomi pedesaan, dan permodalan UKM.
"Dari dulu saya senang alam pedesaan. Jadi program ini tidak dibuat-buat. Ini hanya melanjutkan yang saya lakukan saat jadi anggota DPR," ujar Dede. (ern/ern)











































