Selama 15 menit mereka membagikan pesan moral tersebut di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Gedung Sate. Semua pengendara yang melintas menerima kertas yang berisikan tulisan 'Minggu 10 Agustus 2008 adalah hari diselenggarakannya pesta demokrasi masyarakat Kota Bandung untuk memilih pemimpin terbaiknya'.
Menurut koordinator aksi Mohamad Hasan, aksi ini dilakukan sebagai aksi moral dalam rangka realisasi dan aspirasi masyarakat agar berperan aktif memilih calon pemimpin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada enam poin dalam pesan moral yang SPFKK PT DI sampaikan. Poin tersebut adalah bagi yang sudah memiliki hak pilih pergunakan dengan sebaik-baiknya dan jangan golput. Kemudian jangan terjebak politik uang atau sembako yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Terus bagi mereka yang sudah telanjur terima uang atau sembako, terima uangnya atau sembakonya tapi jangan pilih orang yang membeli tapi pilih calon pemimpin yang paling baik.
Selain itu suara dari masyarakat menentukan nasib semuanya. Demokrasi yang berkualitas tidak dapat dibeli. Serta semua kandidat harus siap menang dan siap kalah.
Rombongan massa yang mengenakan ikat kepala dari kain berwarna oranye dan bertuliskan 'SP FKK PT DI' ini langsung melanjutkan perjalanan. Mereka akan melakukan aksi serupa di depan BIP di Jalan Merdeka.
"Setelah dari Geduang Sate kita akan melakukan aksi serupa di BIP. Kemudian kita teruskan ke jalan Asia Afrika, Jalan Gardu Jati, Jalan Pasir Kaliki, Jalan Pasteur dan kembali ke PT DI," terang Hasan.
Pantauan detikbandung, aksi ini tidak menimbulkan kemacetan karena ada 20-an petugas polisi yang menjaga arus lalu lintas. (afz/ern)










































