Sarjana Pertanian Bikin Software Plugin

Helarfest 2008

Sarjana Pertanian Bikin Software Plugin

- detikNews
Kamis, 07 Agu 2008 09:44 WIB
Sarjana Pertanian Bikin Software Plugin
Bandung - Arie Ardiansyah sukses membuat puluhan plugin yang berfungsi sebagai ampli suara. Produknya dipakai lebih dari 10 ribu orang dari berbagai negara. Siapa sangka Arie ternyata sarjana pertanian.

Aradaz, demikian Arie akrab dipanggil teman-temannya, adalah contoh anak muda Bandung yang hidup dengan berkreasi. Dasarnya memang punya minat ngeband. Ketika sedang mencari souncard untuk komputernya tiga tahun lalu, pria kelahiran 1982 itu mengetahui ternyata banyak cara untuk bikin plugin.

Jika secara manualnya suara dari alat musik seperti gitar listrik dimasukkan ke ampli yang kemudian menimbulkan berbagai efek, maka ampli itu sekarang bisa ditiadakan dengan menginstal plugin di komputer. Standar komputernya tidak terlalu besar, cukup Pentium 3. Semakin bagus prosesor memungkinkan pemakaian plugin lebih banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sela-sela kesibukannya menyusun skripsi di Fakultas Pertanian Unpad, muncul semangat Arie untuk belajar membuat plugin. Usahanya terwujud ketika pada Februari 2006 ia menyelesaikan plugin pertama dan diberni nama Aradaz VST Plugins.

"Kesulitannya ialah di tiga bulan pertama, saya harus belajar pemograman dulu, tanya-tanya teman juga belajar dari internet. Bahkan sampai sekarang saya masih kesulitan dengan digital signal procesing," ujar Arie di acara Nu Substance Helarfest08 Software Presentation di Common Room, Jalan Kyai Gede Utama, Rabu (6/8/2008) malam.

Sampai saat ini sudah puluhan plugin yang diselesaikan Arie. Tetapi hanya empat yang dirilisnya dan dipajang di aradaz.blogspot.com. Tidak sedikit yang mereview plugin Arie, bahkan jumlah dowloadnya lebih dari 10 ribu dan kebanyakan justru dari luar negeri.

Diakui Arie, produknya tidak seratus persen dipoles tangannya sendiri tetapi banyak peran orang lain juga. Ia pun tidak menetapkan harga tertentu alias gratis. "Kebanyakan tools yang saya pakai juga gratis, jadi ya hasilnya juga saya gratisin saja," ujarnya ringan.

Padahal, jika mencari software sejenis di internet rata-rata nilainya mencapai 80 dolar Amerika. Namun bukan berarti kerja Arie tidak menghasilkan. Dari iklan di situsnya, ia mendapatkan iklan sekitar 100 dolar AS per bulan.

Kesulitan lain yang dihadapi Arie saat ini ialah minimnya orang yang berminat untuk pengembangan software yang aplikatif seperti yang ia lakukan. "Saya ingin membentuk unit usaha dengan mengajak teman-teman mahasiswa. Tetapi untuk menemukan yang punya minat sama ternyata tidak mudah," ujarnya. Bagi yang tertarik, bisa langsung hubungi Arie melalui situsnya. (lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads