Rabu Pagi (6/8/2008), awan Bandung terlihat cerah. Acap kali terpaan angin membuat pajangan deretan bendera itu berkelebat bak kipas. Sejuk.
"Bisnis musiman ini sudah saya lakoni sejak tiga tahun lalu. Untuk persiapan hingga 17 Agustus nanti, saya bawa 40 kodi beragam jenis ukuran bendera," ujar Dadan kepada detikbandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, kalau dingin kita pakai 'selimut' koran. Kalau jenuh, paling main catur," ujar Jajang yang kesehariannya bila di Garut menjadi buruh serabutan ini.
Dadan dan Dedi punya semangat berbisnis. Di saat situasi ekonomi serba tak tentu ini, mereka masih mendapat petunjuk mulia. Walau tidak berharap lama mencari nafkah seperti ini, hasil yang didapatnya akan disimpan sebagai kisah berharga.
"Kalau punya modal, saya ingin buka usaha konveksi untuk memproduksi bendera atau pakaian," jelas Dadan bernada optimistis.
Rupanya tidak melulu semangat mencari keuntungan saja yang melecut di benaknya. Lulusan SMP ini punya cerita bermakna di balik jejak bisnisnya. Ia berucap "dengan berjualan bendera Indonesia, berarti saya sudah cinta negeri ini."
(bbp/ern)











































