Tidur di Trotoar Sembari Jualan 'Identitas Negeri'

Tidur di Trotoar Sembari Jualan 'Identitas Negeri'

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 06 Agu 2008 13:16 WIB
Tidur di Trotoar Sembari Jualan Identitas Negeri
Bandung - Dadan Warsita (20) dan adiknya, Dedi Kuncara (17), duduk bersender di rindangnya pohon sembari mengisap rokok filter. Sudah 11 hari mereka berjualan bendera Indonesia di kawasan Jalan Diponegoro, Bandung.

Rabu Pagi (6/8/2008), awan Bandung terlihat cerah. Acap kali terpaan angin membuat pajangan deretan bendera itu berkelebat bak kipas. Sejuk.

"Bisnis musiman ini sudah saya lakoni sejak tiga tahun lalu. Untuk persiapan hingga 17 Agustus nanti, saya bawa 40 kodi beragam jenis ukuran bendera," ujar Dadan kepada detikbandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap berjualan, Dadan dan Dedi tak beranjak dari lokasi tersebut. Mereka pun terpaksa harus bermalam di tempat itu. Trotoar beralas terpal dijadikan "kasur". Bantalnya berupa tas gendong berisi pakaian. Situasi yang sama dirasakan para pedagang bendera lainnya.

"Ya, kalau dingin kita pakai 'selimut' koran. Kalau jenuh, paling main catur," ujar Jajang yang kesehariannya bila di Garut menjadi buruh serabutan ini.

Dadan dan Dedi punya semangat berbisnis. Di saat situasi ekonomi serba tak tentu ini, mereka masih mendapat petunjuk mulia. Walau tidak berharap lama mencari nafkah seperti ini, hasil yang didapatnya akan disimpan sebagai kisah berharga.

"Kalau punya modal, saya ingin buka usaha konveksi untuk memproduksi bendera atau pakaian," jelas Dadan bernada optimistis.

Rupanya tidak melulu semangat mencari keuntungan saja yang melecut di benaknya. Lulusan SMP ini punya cerita bermakna di balik jejak bisnisnya. Ia berucap "dengan berjualan bendera Indonesia, berarti saya sudah cinta negeri ini."


(bbp/ern)


Berita Terkait