Pantauan detikbandung di sepanjang Jalan Diponegoro mulai depan Pusdai hingga Gasibu, sedikitnya ada 15 orang yang berjualan. Mayoritas dari mereka berasal dari Garut.
Menurut Dadan Warsita (20), salah satu pedagang, dirinya sengaja sambangi Bandung untuk sekadar mencari rejeki musiman. "Semua yang berjualan bendera di Jalan Diponegoro ini kebanyakan dari Leles, Kota Garut. Lumayan lah, cari untung setahun sekali," jelasnya kepada detikbandung, Rabu (6/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga bendera yang ditawarkan para pedagang di tempat ini bervariatif. Harganya mulai Rp 14 ribu hingga Rp 100 ribu. "Intinya, ya tergantung ukuran. Lebih besar, maka lebih mahal," katanya.
Bendera yang ia jual diperoleh dari Garut. Lajang lulusan SMP ini membawa membawa 40 kodi. "Paling yang laku terjual ditergetkan 25 kodi. Itupun hingga waktu agustusan tiba," katanya.
Dadan menambahkan, ia dan pedagang lainnya saat ini mesti rela bermalam di atas trotoar. Maka itu, tak ada batas waktu untuk siap melayani pembeli. "Melihat kondisi ini, maka jualan pun harus nonstop," ujarnya sembari merapikan bendera.
(bbp/ern)











































