Kandidat Pilwalkot Dijajal Bahasa Sunda dalam Debat Publik

Kandidat Pilwalkot Dijajal Bahasa Sunda dalam Debat Publik

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 05 Agu 2008 16:45 WIB
Kandidat Pilwalkot Dijajal Bahasa Sunda dalam Debat Publik
Bandung - Masa kampanye tiga kandidat Pilwalkot Bandung hanya tinggal sehari lagi. Rabu (6/8/2008) akan digelar debat publik yang akan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional. Para kandidat akan dijajal kemahirannya dalam berbahasa sunda.

Menurut Ketua KPU Bandung Benny Moestofa selain menjawab pertanyaan panelis, antar kandidat juga akan ada sesi tanya jawab. Para kandidat pun diharuskan memakai bahasa sunda pada saat menyampaikan janji dan statement jika terpilih nanti. Β 

"Penggunaan bahasa sunda untuk mengetahui sejauh mana kemahiran para kandidat menggunakan bahasa daerah. Ini sudah kami sosialisasikan jauh-jauh hari sebelum penetapan, dan semua calon setuju," ujar Benny saat jumpa pers di RM Riung Sari, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (5/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Debat publik yang diberi judul 'Sawala pangilon pinilih' akan digelar di Hotel Horison Bandung, Jalan Pelajar Pejuang 45 pukul 19.00 WIB, Rabu (6/8/2008). Tiga panelis akan dihadirkan yaitu Rektor Unpad Ganjar Kurnia, pengamat politik Ichsan Nudin Nurcy, dan Rektor Unpar Cecilia Low.

Acara akan dimulai dengan pengenalan para kandidat dan panelis. Kemudian penyampaian visi dan misi masing-masing pasangan yang diberi waktu selama satu menit. Disusul kemudian tanggapan visi misi dari panelis, masing-masing selama dua menit.

Kemudian para kandidat akan memaparkan permasalahan Bandung dan solusinya. Mereka akan menjawab sesuai topik yang sebelumnya diundi dahulu, mulai dari lingkungan, kriminalitas, dan failitas umum. Kemudian diteruskan dengan tanya jawab antar kandidat.

Setelah itu para kandidat memaparkan janjinya dengan menggunakan bahasa sunda selama satu menit. Setelah itu uji kandidat oleh panelis. Kandidat pun harus bisa menginterpretasi potret Bandung melalui foto yang akan ditampilkan. Kembali dilakukan tanya jawab antar kandidat. Terakhir, para kandidat memberikan statement yang kembali menggunakan bahasa sunda. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads