Mahasiswa yang demo, bukan hanya diikuti oleh mahasiswa yang berada di kamus Dipatiukur, namun juga dari kampus Jatinangor. Mereka menggunakan bus Damri dari Jatinangor ke Dipatiukur.
Sebelum tahun ajaran baru, mahasiswa fakultas eksak rata SPP-nya Rp 1,5 juta per semester, sedangkan fakultas non eksak rata-rata Rp 600 ribu per semester. Namun tahun ajaran baru sekarang semua mahasiswa baik eksak mau pun non eksak harus membayar SPP sebesar Rp 2 juta per semester.
Fiqih Santoso, koordinator aksi, jurusan Psikologi angkaan 2004 menyatakan kebijakan ini sama sekali tak melibatkan mahasiswa, padahal pihak rektorat berjanji jika setiap pengambilan kebijakan akan melibatkan mahasiswa.
"Anehnya lagi kita tak mendapatkan kejelasan. Jadi aksi kali ini hanya bukan protes kenaikan SPP saja, tetapi juga protes terhadap diingkarinya janji rektorat yang tak melibatkan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan," tegasnya
Secara bergantian para mahasiswa melakukan orasi yang intinya menolak kenaikan SPP. Mahasiswa yang semuanya memakai jas almamater warna biru gelap membawa beberapa spanduk yang isinya mengecam kenaikan SPP, seperti 'Ada yang tahu kuliah di Unpad mahal ga?' ataun 'SPP naik sama dengan harga mati'.
Hingga pukul 12.00 WIB, belum ada perwakilaan rektorat yang menemui mahasiswa. Sementara itu puluhan polisi berjaga di depan pintu masuk gedung rektorat. (ern/ern)











































