Model kota cosmopolitan dinilai cocok diterapkan di Bandung. Pertimbangannya, Bandung yang memiliki 53 perguruan tinggi sangat mudah beradaptasi dengan hal-hal yang baru. Sebagai salah satu penggerak menuju hal tersebut, industri lokal dan kreatif memiliki peran besar.
Cetak biru yang dicanang untuk menuju ke sana sudah dibuat dan melibatkan 15 jenis lapangan pekerjaan. "Untuk mengembangkan industri lokal Jabar, harus berbasis komunitas. Sebelumnya dinas hanya menetapkan 14, tetapi menjadi 15 karena sektor kuliner juga kita sertakan karena rata-rata wisatawan yang masuk Bandung pikirannya langsung kepada makanan," ujar Kadis Indag Jabar Agus Gustiar saat di temui di Kickfest, Gasibu, Sabtu (2/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cetak biru ini tidak kaku pada perubahan, makanya kami melibatkan para akademisi karena sektor pendidikanlah yang paling tanggap terhadap perubahan."
Implementasi dari cetak biru strategi pembangunan ini tetap berada di tangan pemerintah Kota Bandung, meskipun strategi dibuat di tingkatan provinsi. Karena itu lanjut Agustiar, keharmonisan hubungan antara provinsi, kota dan para pengusaha lokal harus tetap dijaga untuk menunjang Bandung cosmopolitan.
--Tulisan ini merupakan karya Adhito Harinugroho mahasiswa Fisip Unpar dalam program Satu Hari Menjadi Wartawan Detikcom.-- (lom/lom)










































