"Kami menerima dengan baik saat tim kampanye Trendi ingin berkampanye di komplek GCA. Saat tim kampanye Hadi menghubungi saya, saya jawab silahkan tapi kami tidak akan mengurus dan menjamin ada warga yang datang. Sedangkan pasangan Dada-Ayi belum pernah menghubungi," kata Koordinator Aliasi Warga Tolak PLTSa M Tabroni saat ditemui di lokasi kampanye Trendidi komplek ruko GCA blok B-1, Jumat (1/8/2008).
Sentimen warga terhadap dua pasangan tersebut karena hanya pasangan Trendi yang tegas akan menghentikan pembangunan PLTSa jika terpilih nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tabroni, warga komplek GCA sangat menolak pembangunan PLTSa di sekitar rumah tinggal mereka.
"Banyak sekali kerugian dari pembangunan PLTSa. Antara lain yaitu butuh air sekitar 2 juta liter per hari sedangkan wilayah Griya Cempaka Arum (GCA) masih minim air," katanya.
Jika dibangun, masih menurut Tabroni, PLTSa akan menghasilkan abu kategori D3 minimal 50 ton per hari. Abu kategori D3 merupakan abu yang sangat jelek dan tidak bisa dijadikan bahan bangunan atau batako sehingga harus dinetralisir terlebih dahulu.
"Disamping itu juga dioksin yang berasal dari plastik yang dibakar dan merupakan pemicu peyakit kanker atau TBC," pungkas Tabroni. (afz/ern)











































