Kampanye puteran ketiga dimanfaatkan Taufikurahman untuk mendatangi Komplek GCA. Taufik datang sekitar pukul 11.10 WIB dengan berdiri di atas mobil jeep dengan diikuti oleh dua puluh motor di belakangnya. Ratusan warga GCA yang sejak pagi sudah menunggu menyambutnya dengan takbir.
Berkumpul di depan komplek ruko GCA blok B-1, di hadapan seratusan warga Taufik berorasi tanpa panggung selama 10 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya Taufik pun beberapa kali menyatakan bahwa dirinya orang sunda bukan suku dari daerah lainnya. Menurutnya akhir-akhir ini banyak pihak yang bertanggung jawab menyebarkan isu jika dirinya bukan orang sunda.
Setelah itu dengan diarak oleh ratusan warga, Taufik berjalan kaki sekitar 200 meter menuju 'Fakta integritas' berupa baliho ukuran 2x6 meter. Dalam baliho tersebut tertulis lima butir kesepakatan di mana telah ada tanda tangan Taufik ter tangga1 21 Juli plus materai. Rupanya baliho itu adalah replika kesepakatan yang telah dibuat Taufik dengan warga GCA beberapa waktu lalu.
Taufik pun diminta kembali menandatangani baliho tersebut. Dengan menggubakan spidol, Taufik kembali menandatangani.
Ada lima butir dalam fakta tersebut, yaitu menolak penanganan sampah dengan cara dibakar dengan teknologi insinerator atau PLTSa, membatalkan dan tidak merealisasikan pembangunan PLTSa di bandung khususnya di dekat pemukiman.
Butir ketiga yaitu merealisasikan penanganan sampah secara holistik dari hulu hingga hilir berbasis keterlibataa masyarakat luas, bertekad akan melaksanakan konsekuen dan konsisten hingga sistem butir pertama hingga ketiga.
Butir terakhir, jika mengingkari fakta intergitas maka bersedia dikenai sanksi moral untuk dituntut warga dan berani mundur dari jabatannya sebagai walikota.
Kemudian Taufik melanjutkan perjalanan. Rencananya dia dan rombongan akan shalat Jumat di daerah Margahayu. (ern/ern)











































