"Saya selalu malu tiap kali pulang ke Bandung. Sejak tahun 1992 sampai 2008 juaranya orang Sunda, tapi kenapa tidak punya GOR," kata Taufik dalam konferensi pers Milo School Competition (MSC) di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Rabu (30/7/2008).
Malunya Taufik selain karena tidak memiliki GOR juga karena Bandung tidak pernah menyelenggarakan pertandingan yang berskala Internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Ketua III Pengcab PBSI Bandung, Oji Mahroji mengatakan bahwa Pemkot Bandung sudah mempunyai program membangun GOR di wilayah Gede Bage.
"Pemkot Bandung sudah merencanakan untuk membangun GOR di Gede Bage. Bahkan rencananya akhir 2008 sudah mulai pembangunan. Semoga pembangunan bisa berjalan lancar sehingga masyarakat Bandung bisa memiliki GOR seperti yang Taufik Hidayat inginkan," jelas Oji yang sekaligus kepala Diknas Kota Bandung.
Kompetisi bulutangkis antar SD dan SMP, Milo School Competition (MSC) 2008 telah diselenggarakan selama tujuh tahun berturut-turut. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam kompetisi ini. Tercatat jumlah peserta MSC di Bandung tertinggi dengan 1.010 peserta.
"Antusiasme peserta membuat kami optimis kelak MSC akan mampu melahirkan calo-calon juara dunia bulutangkis," ujar Category Marketing Manager Beverages Nestle Indonesia Welih Sutidjan.
Sampai pukul 17.30 WIB final kompetisi MSC masih berlangsung. Rencananya Taufik Hidayat akan menyerahkan piala 'Taufik Hidayat' ke juara kompetisi secara simbolis. (afz/lom)










































