"Ebook bukan sebuah persaingan, tapi kebijakan ini mematikan usaha buku. Pemerintah harus memikirkan kembali untuk mengambil kebijakan tentang ebook tersebut. Pemerintah harus bersikap adil," kata ketua Ikapi Jabar Anwaruddin saat ditemui usai pembukaan pameran 'Buku Untuk Peradaban' di Landmark Convention Hall Jalan Braga 129, Rabu (30/7/2008).
Pelaku usaha buku baik penerbit ataupun percetakan sangat dirugikan dengan adanya program ini. Mereka juga menganggap program ebook tidak adil terhadap rakyat miskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwaruddin berharap pemerintah dapat memberikan solusi atas permasalahan ini. Saat ditanya solusi apa yang diinginkan, Anwaruddin hanya menjawab singkat tanpa menerangkan. "Saya harap pemerintah bisa memberikan win win solution atas masalah ini," katanya.
Sampai saat ini, menurut Anwaruddin, dirinya belum menemukan adanya usaha penerbitan atau percetakan yang gulung tikar atas kebijakan pemerintah tentang ebook. Namun dirinya khawatir jika kondisi seperti ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin akan banyak penerbit dan percetakan yang gulung tikar.
"Kita tidak ingin terulang kembali saat seperti krisis moneter. Banyak penerbit dan percetakan yang gulung tikar. Jika ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin kondisi seperti itu bisa terulang kembali," kata Anwaruddin. (afz/afz)











































