Tanaman Berbulu, Pendatang Unik Dari Sumatera

Tanaman Berbulu, Pendatang Unik Dari Sumatera

- detikNews
Senin, 28 Jul 2008 13:54 WIB
Tanaman Berbulu, Pendatang Unik Dari Sumatera
Bandung - Tiga bulan lalu tanaman lucu dan unik ini menjadi pendatang baru di Bandung. Kedatangannya pun disambut cukup antusias oleh para penggemar tanaman hias, apalagi dengan keunikan yang dimiliki.

Jika biasanya pecinta tanaman memelihara tanaman karena keindahan bunga atau daunnya, tanaman yang digolongkan keluarga pakis ini disukai karena bulunya.

Lucu mungkin juga menggemaskan. Bulunya yang berwarna pirang coklat dengan lengkungan batang mirip ekor kera, sehingga tanaman ini diberi nama Pakis Kera. Konon ada juga yang menamakan pakis emas atau pakis Sun Go Khong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakis kera merupakan species pakis yang berasal dari hutan-hutan tropis teduh di Sumatera. Pakis kera berasal dari pohon pakis kemudian ditebas batangnya hingga serupa bonggol. Bonggol-bonggol yang berdiameter sekitar 20 centimeter tersebut kemudian ditanam ke dalam pot dengan media tanamnya juga tanaman pakis.

"Ketika pertama keluar sekitar tiga bulan yang lalu, minat pasar cukup lumayan. Tapi bulan ini agak menurun," jelas Kiki (19), seorang peserta pameran Bursa Petani Pedagang Anggrek dan Tanaman Hias di Taman Dewi Sartika (Balaikota), Jalan Perintis Kemerdekaan, dari 23 Juli-3 Agustus 2008.

Menurut Riki tanaman pakis kera yang dijualnya adalah tanaman pakis kera remaja yang belum mengeluarkan daun. "Perlu satu tahunan untuk mengeluarkan daunnya. Satu pohon bisa mengeluarkan 1-2 daun," ujar Rizki. Untuk tinggi tanaman, dalam waktu lima tahun bisa mencapai lima meter.

Riki mengaku dia menjual pakis kera yang tidak pakai akar. Pihaknya langsung menerima pakis kera yang langsung jadi. "Tanaman ini memang cocok sebagai tanaman hias untuk dipajang di rumah," jelas Rizki.

Saat sedang tren pakis kera bisa dijual Rp 200 ribu namun ketikaย  pasar lesu,pakis kera harga berada di bawah Rp 100 ribu.

Untuk perawatan tanaman ini cukup disiram dua hari sekali dengan cara dikabut atau disemprot agar bulu-bulunya tidak lepek. "Cukup dilembabkan saja," jelas Rizki.

Mitosnya, tambah Rizki, bulu-bulunya bisa digunakan untuk mengobati gatal-gatal. (ema/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads