Dengan berkonvoi menggubakan empat mobil dan sekitar dua puluh motor, Taufik menyusuri jalan Pajajaran lalu menuju Paris Van Java, kemudian Pasar Sederhana. Taufik berdiri di mobil jeep terbuka. Setelah dari Pasar Sederhana, Taufik meneruskan menuju Pasar Cibogo, Kecamatan Sarijadi.
Saat Taufik datang, para pedagang mau pun konsumen terlihat sedikit kaget. Tim kampanye Trendi segera membagikan stiker dan pamflet. Salah seorang di antara mereka menggunakan pengeras suara berorasi mengajak para pedagang dan pembeli untuk mencoblos pasangan nomor dua pada 10 Agustus mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pedagang tahu di Pasar Cibogo, Rahmat (22) mengaku tak mengenal sosok Taufikurahman. "Wah saya baru pertama lihat, saya mah engga kenal. Saya tahunya pak Dada," ujarnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Yani (40), pedagang buah-buahan di Pasar Cibogo. Menurutnya selama ini memang mendengar nama pasangan Trendi dan pernah melihatnya di pamflet dan baliho di jalan.
"Ketemunya baru sekarang. Ih engga kelihatan orang kaya ya? Orangnya biasa saja. Nah mending gitu saja. Nanti kalau jadi walikota begini saja, mau jalan-jalan ke pasar. Jangan sok kaya," ujar Yani.
Menurut Taufik, kedatangannya ke pasar-pasar pada hari pertama kampanye ingin mengetahui persoalan para pedagang tradisional selama ini. "Selama ini mereka terhimpit oleh keberadaan minimarket. Nantinya pengembangan minimarket atau mall itu ke kawasan Bandung Timur," katanya. (ern/ern)











































