Karya ini ditampilkan Isa dalam pameran Temu Taman Budaya se-Indonsesia yang bertema 'Serumpun Bambu Sejuta Aksi' di Galeri Rumah Teh, Taman Budaya Dago Tea House, Jalan Bukit Dago Selatan dari 23-26 Juli mendatang.
Isa yang karya-karyanya senantiasa bertema sosial politik ini, juga mempersepsikan Pilkada dalam tema tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagian bawah kurung diwarnai merah, biru, kuning, hijau atau putih sebagai simbol partai. Efek suara kicauan melengkapi penggambaran Isa terhadap Pilkada.
"Ketika Pilkada para calon asyik bersuara dalam kota masing-masing. Janji-janji calon sangat indah. Banyak sekali yang dipaparkan," jelas Isa yang juga tercatat sebagai pengajar seni rupa di Itenas.
Dituturkan Isa, sangkar burung diibaratkan pilkada. Di mana para calon dalam pilkada berada di atas dengan suara lantang tanpa menyentuh persoalan masyarakat yang sesungguhnya.
Melalui instalasi ini Isa ingin mengajak masyarakat agar tidak mendengarkan suara-suara palsu. "Kalau dipilih akan dusta," ujar Isa.
Isa menambahkan, bambu hanya sebagai kanvas. Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda dalam memandang sebuah karya. (ema/ern)











































