Bobotoh Memperbaiki Perilaku atau Dibubarkan

Bobotoh Memperbaiki Perilaku atau Dibubarkan

- detikNews
Kamis, 24 Jul 2008 09:02 WIB
Bobotoh Memperbaiki Perilaku atau Dibubarkan
Bandung - Kami sebagai korban bobotoh sangat marah dan menginginkan perubahan. Bobotoh memperbaiki prilaku atau bobotoh dibubarkan.

Kejadian ini terjadi pada tanggal 20 Juli 2008 sekitar pukul 4 sore, saat pertandingan bahkan belum dimulai. Mudah-mudahan bobotoh anarkis membaca tulisan saya, dan mudah-mudahan mau berpikir panjang jika ingin melakukan perusakan atas orang lain yang tidak ada hubungannya dengan apa yang mereka sukai yakni sepakbola.

Di sini saya ingin berbagi cerita tentang apa yang kami alami, saya, istri dan anak kami yang berumur tiga bulan. Kami merasakan kebrutalan bobotoh 2 kali. Mobil kami memang berplat nomor B, dan bukan berarti kami orang Jakarta. Saat berjalan di daerah Moh. Toha dan Cileunyi (perstiwa yang pertama) mobil kami dipepet. Meski saya sudah ke pinggir dan menghentikan laju kendaraan, tapi mereka dengan angkuhnya memukul kaca mobil, menendang, meludahi mobil kami dan meneriaki kami anjing (bukannya mereka yang seperti itu?)

Untunglah Allah masih melindungi kami. Tetapi luka batin yang dirasakan istri dan anak saya membuat saya geram, dan seandainya mereka melakukan hal yang lebih saat itu (seperti memecahkan kaca atau membuat keluarga saya terluka) terlintas saat itu ingin menabrak mereka hingga mati. Saya berpikiran lebih baik mereka mati daripada hidup melakukan perusakan.

Pihak berwajib, pemkot dan Persib harus melakukan sesuatu. Kami warga merasa terancam dengan kehadiran bobotoh. Nyawa keluarga kami tidak sebanding dengan keberadaan bobotoh.

Ketua bobotoh harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki mental anggotanya yang melakukan tindakan anarkis. Mereka perlu memperbaiki dan mengawasi orang-orang yang boleh datang ke pertandingan.

Selain itu pemerintahan HADE seharusnya bersikap lebih bijak. Lihat saja apa sikap Dede Yusuf, "Ini tidak dapat dielakkan, dan Persib membutuhkan stadion baru" pernyataan apa itu?

Seorang wakil gubernur tidak pantas berucap seperti itu. Saya ingin tahu kalimat apa yang akan dia lontarkan jika yang ada di dalam mobil adalah anak istrinya? Apa dia masih berucap ini tidak dapat dielakkan? Anda seharusnya bertanggung jawab atas semua darah anak bangsa (penonton, TNI dan polisi) yang keluar waktu itu!

Akhmad Nizhami
akhmad_nizhami@yahoo.com
08121066xxx
Moch Toha (lom/lom)


Berita Terkait