Hakim Pengadilan Anak Sering Bermain Sinetron di Sidang

Hakim Pengadilan Anak Sering Bermain Sinetron di Sidang

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2008 18:45 WIB
Hakim Pengadilan Anak Sering Bermain Sinetron di Sidang
Bandung - Tidak mudah memutuskan satu kasus dalam pengadilan anak. Berbeda dengan pengadilan orang dewasa, dalam sidang pengadilan anak, hakim lebih memperhatikan latar belakang bukan unsur-unsur yang menyebabkan si anak melakukan tindak kejahatan. Sentuhan kalbu dan surat curhat jadi strategi untuk menguak latar belakang seorang anak melakukan tindak kejahatan.

Seperti yang disampaikan oleh hakim anak Pengadilan Negeri Bandung, Diah Sulastri Dewi. Dia mengaku dirinya terkadang bermain sinetron dalam melakukan sidang.

"Saya sampai bermain sinetron dalam melakukan sidang. Karena saya harus benar-benar bisa menyentuh perasaan si anak. Nah ketika sudah tersentuh, biasanya dia (anak - red) akan menangis tersedu-sedu. Kadangkala saya juga. Bahkan pernah juga satu ruangan sidang menangis semua," terang wanita yang akrab dipanggil Bunda saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan RE Martadinata, Rabu (23/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diah menambahkan, dalam memutuskan perkara anak tidaklah mudah. "Bukan hanya memperhatikan psikologis dan masa depan si anak. Tapi juga efek jera harus terimplementasikan. Jangan kita memutus asal kasihan anak tersebut," jelasnya.

Dalam peringatan Hari Anak Indonesia, Rabu (23/7/2008) pagi tadi di Gedung Sate, dirinya disebut sebagai hakim yang paling banyak menghasilkan putusan yang mempertimbangkan kepentingan terbaik anak oleh Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf.

"Pujian dari Wakil Gubernur tadi menyiratkan bahwa pemerintah provinsi sekarang memperhatikan masalah anak. Saya berterima kasih atas perhatian tersebut," katanya.

Dari tahun 2006 ada 48 perkara yang berhasil diputuskan. Tahun 2007 dan 2008 ada 51 perkara.
(afz/ern)


Berita Terkait