Iring-iringan rombongan seniman menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Mereka mengenakan kostum dan menampilkan bermacam-macam kesenian tradisional.
Seperti yang dilakukan oleh rombongan anak-anak yang menampilkan pertunjukan permainan tradisional seperti engrang. Dua orang anak kecil tampak asik berjalan menggunakan engrang setinggi 2,5 meter. Ada pula yang menggunakan batok kelapa dan seuntas tali yang menghubungkannya sebagai alas kaki. Kelompok ini berjumlah 20 orang.
Ada juga rombongan yang membawa alat-alat dapur yang terbuat dari bambu seperti tempat nasi dan bilik anyaman bambu. Kemeriahan tampak saat rombongan yang memainkan alat musik tradisional seperti angklung dan calung lewat.
Tak ketinggalan pula rombongan kuda lumping, bebegig (boneka yang terbuat dari bambu - red) dan sisingaan yang menampilkan atraksi menarik.
Berdasarkan pantauan detikbandung, iring-iringan ini sempat menimbulkan kemacetan saat rombongan satu per satu masuk ke Jalan Bukit Dago Selatan.
(ern/ern)











































