Trendi dan Hadi Tak Dikenal, Dada-Ayi Diragukan

Trendi dan Hadi Tak Dikenal, Dada-Ayi Diragukan

- detikNews
Selasa, 22 Jul 2008 16:08 WIB
Bandung - Lembaga Studi Kebijakan dan Pembangunan (Lenskep) Jabar menilai pasangan Trendi dan Hadi belum dikenal masyarakat Kota Bandung. Alasan ini lah yang membuat pemilih tak memilih mereka. Sementara pasangan Dada-Ayi diragukan kredibilitasnya mengingat pengalaman dan kinerja sebelumnya, sehingga pemilih pun enggan memilih pasangan ini.

Hal ini mengemuka dalam hasil survey yang dilakukan Lenskep yang disampaikan kepada wartawan di RM Ampera, Jalan Supratman, Selasa (22/7/2008). Survey menggunakan multi stage random sampling dengan sampling error 4,6 persen. Menurut Kepala Staff Divisi Litbang Lenskep Jalu Pradono, survey dilakukan dua kali, pada akhir Mei dan awal Juli.

Pada awal Mei, jumlah responden yang disurvey sebanyak 440 orang. Saat itu, kata dia, masing-masing calon belum mempunyai pasangan. Dada Rosada mempunyai peluang sangat besar untuk lolos sebagai pemenang dalam Pilwalkot mendatang. Dia menempati posisi nomor satu dengan raihan suara 51,1 persen. Kemudian Taufikurahman 7,5 persen, dan Endang Hudaya Prawira 5,5 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian pada survey awal Juli yang melibatkan 460 responden, saat masing-masing calon sudah mempunyai pasangan, perolehan suara Dada-Ayi mengalami penurunan sebanyak 10,8 persen. Sedangkan pasangan Taufikurahman-Deni Triesnahadi (Trendi) mengalami peningkatan 31,4 persen. Namun untuk pasangan Hudaya-Nahadi, Lenskep tak mengungkapkannya.

Sementara itu alasan para responden tidak memilih calon bervariatif. Pasangan Dada-Ayi tidak dipilih karena diragukan kredibilitas pengalaman maupun kinerja yang telah dilakukan. Sedangkan Trendi dan Hadi mayoritas keduanya tidak dipilih karena kedua pasangan ini tak dikenal track recordnya.

"Masing-masing calon masih dapat memperbaiki, sampai dengan tanggal 10 mendatang," ujar Jalu Pradono. Selain itu, Jalu menuturkan jika hasil survey ini bisa menjadi modal awal dalam melakukan kampanye nanti. (ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini